Sikat Gigi Ditumbuhi Bakteri? Bahaya Nggak Sih?
Sikat Gigi Ditumbuhi Bakteri? Bahaya Nggak Sih?

Sikat Gigi Ditumbuhi Bakteri? Bahaya Nggak Sih?

Menyikat gigi merupakan bagian penting pada kehidupan sehari-hari kita demi kebersihan gigi dan upaya untuk mencegah pembentukan plak. Penyediaan sikat gigi dan pemeliharaannya juga merupakan pertimbangan penting dalam menjaga kesehatan mulut. Asosiasi Gigi Amerika (American Dental Association (ADA)) menyarankan konsumen untuk mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan atau lebih cepat jika bulu pada sikat gigi robek karena penggunaan.

Pada beberapa tahun terakhir, ilmuwan menemukan bahwa sikat gigi dapat menjadi tempat hidup bagi mikroorganisme atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada mulut. Kita ketahui bersama bahwa mulut merupakan rumah bagi jutaan macam mikroorganisme, maka dari itu tidak mengherankan jika beberapa mikroorganismenya berpindah pada sikat gigi. Sikat gigi juga bisa saja membawa mikroorganisme tersebut bahkan dari boksnya karena sikat gigi tidak dikemas secara steril.

Sikat Gigi Ditumbuhi Bakteri
Sikat Gigi Ditumbuhi Bakteri

Tubuh manusia secara alami dikode untuk bertahan melawan infeksi dengan kombinasi mekanisme aktif dan pasif. Membran mukosa dan kulit berfungsi sebagai barrier yang dapat menghasilkan enzim, asam pencernaan, air mata, sel darah putih dan antibodi untuk membasmi mikroorganisme yang akan masuk ke dalam tubuh.

Namun, berbagai kombinasi dari mikroorganisme yang belum diketahui dikhawatirkan akan membentuk suatu koordinasi yang tidak dapat dibasmi oleh enzim dan senyawa yang sudah dihasilkan oleh tubuh manusia. Mikroorganisme yang berasal dari sikat gigi belum ada yang mengakibatkan penyakit seperti itu, namun ada baiknya jika kita berhati-hati. ADA dan Dewan Urusan Ilmiah memberikana rekomendasi perawatan sikat gigi sebagai berikut:

Jangan bertukar sikat gigi. Bertukar sikat gigi atau meminjam sikat gigi orang lain dapat menyebabkan pertukaran air liur dan mikroorganisme yang ada di dalamnya. Jika mikroorganisme ini menempel pada sikat gigi, maka hal ini merugikan bagi orang yang memiliki sistem imun yang lemah atau yang sering mengalami penyakit karena infeksi.

Bersihkan sikat gigi dengan air bersih setelah digunakan untuk menghilangkan sisa-sisa pasta gigi dan kotoran yang ada. Setelah itu simpan sikat gigi dengan posisi berdiri dan simpan pada tempat yang dapat membuat sikat gigi kering ketika akan digunakan selanjutnya. Jika pada tempat tersebut terdapat lebih dari satu sikat gigi, maka tutup bulu sikat gigi dengan penutupnya atau pindahkan ke tempat lain agar terpisah dari sikat gigi lain untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi.

Jangan simpan sikat gigi pada tempat tertutup. Tempat yang lembab merupakan tempat yang paling mudah ditumbuhi mikroorganisme dibanding tempat terbuka. Maka jangan biarkan sikat gigimu berada pada tempat yang lembab untuk waktu yang lama karena saat itu bisa saja mikroorganisme sudah banyak tumbuh pada bulu-bulunya.

Ganti sikat gigi maksimal 3 hingga 4 bulan sekali. Bulu pada sikat gigi akan robek jika terlalu sering digunakan, hal ini dapat mengurangi efektivitas dari sikat gigi itu sendiri. Sikat gigi anak-anak harus lebih sering diganti dibanding dengan sikat gigi orang dewasa.

Sejauh ini, ketika sudah diketahui bahwa mikroorganisme dapat tumbuh pada sikat gigi, cara pencegahan seperti mencelupkan sikat gigi ke dalam mouthwash atau sanitizer untuk sikat gigi belum diketahui dapat memberi dampak positif atau negatif pada kesehatan mulut. Beberapa metode untuk membersihkan sikat gigi seperti metode pembersihan sikat gigi atau menggunakan oven dapat merusak sikat gigi itu sendiri. Maka dari itu hal yang paling mudah ialah mengganti sikat gigi dengan jangka waktu tertentu, maksimal setiap empat bulan sekali.

Meskipun masih belum diketahui apakah mikroorganisme yang tumbuh pada sikat gigi dapat mengakibatkan efek tertentu pada kesehatan mulut, setidaknya perawatan sikat gigi direkomendasikan untuk beberapa orang yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi atau re-infeksi oleh mikroba. Melakukan hal simpel ini juga berdampak baik dan dapat memberikan beberapa manfaat terutama bagi orang yang mudah terkena infeksi, karena mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali dapat menurunkan jumlah bakteri yang ada sehingga menurunkan kemungkinan infeksi. Selain itu, membersihkan mulut dengan mouthwash antibakteri sebelum menyikat gigi juga disarankan karena dapat menurunkan jumlah bakteri yang akan tumbuh pada sikat gigi. Jika risiko infeksi semakin tinggi, sikat gigi sekali pakai mungkin dapat menjadi pilihan, karena mencegah adanya pertumbuhan bakteri pada sikat gigi, meskipun akan jadi lebih mahal.

Klaim diluar sanitasi sikat gigi atau mengurangi kontaminasi bakteri mengenai penggunaan atau perawatan sikat gigi ini harus diperhatikan dengan cermat oleh konsumen karena hal ini berhubungan langsung dengan kesehatan mulut orang tersebut yang mungkin akan dapat berdampak pada kesehatan tubuhnya. Selain itu, ilmuwan juga akan terus melakukan penelitian mengenai hal ini dan menyediakan informasi terbaru mengenai sikat gigi ini di masa mendatang.




Sumber: American Dental Association. Toothbrush Care: Cleaning, Storing and Replacement www.ada.org
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.
Next
This Is The Current Newest Page