Bahaya Gula Berlebih serta Alternatif Pemanis Alami
Bahaya Gula Berlebih serta Alternatif Pemanis Alami

Bahaya Gula Berlebih serta Alternatif Pemanis Alami

Semenjak kecil kita begitu terbiasa untuk menyukai ragam kudapan manis kaya akan tambahan gula. Namun nyatanya konsumsi gula tanpa tahu aturan atau batasan justru dapat menimbulkan sekelumit daftar bahaya berikut ini:

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih:



  1. Pemicu diabetes dan kerusakan fungsi pankreas ataupun kinerja insulin

  2. Kerusakan gigi

  3. Kelebihan berat badan

  4. Sakit jantung atau sistem kardiovaskular

  5. Pemicu beberapa jenis kanker dan seterusnya.


Maka dari itu, sebagai langkah pencegahan dari terserang bahaya kesehatan akibat konsumsi pemanis berlebih, maka ada baiknya mari simak daftar di bawah ini tentang beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai alternatif pemanis yang tentunya lezat dan juga sehat:

Opsi Alternatif Pemanis Alami:



  1. Madu


[caption id="attachment_854" align="aligncenter" width="525"]Bahaya gula berlebih dan pemanis alami pengganti gula Bahaya gula berlebih dan pemanis alami pengganti gula (Ilustrasi/pexels)[/caption]

Madu terasa manis dan lezat. Di samping itu madu memiliki kandungan 80% gula alami utamanya dari jenis fruktosa dan glukosa, 18% kandungan air dan 2% kandungan ragam mineral dan vitamin. Madu juga memiliki kandungan enzim, antioksidan, jenis mineral zat besi, zinc, potasium, kalsium, fosfor, dan juga ragam vitamin jenis B6, roboflavin dan juga niacin. Madu juga termasuk sebagai herbal yang ampuh untuk melawan beragam infeksi dari mikroba karena kandungan antiseptik serta anti bakteri di dalamnya.

2. Kurma


Kurma memiliki rasa manis lezat yang hampir mirip jika dibandingkan dengan gula merah. Kandungan gula sebanyak 80% dalam kurma terbentuk dari jenis glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kurma memiliki kandungan mineral zat besi, potasium, kalsium, magnesium, mangan, selenium, zinc dan juga protein maupun serat dan pastinya juga ragam vitamin dalam bentuk vitamin B6, A dan C. Kurma juga efektif berfungsi sebagai anti peradangan dan juga membantu memaksimalkan proses pengolahan karbohidrat, protein dan lemak dalam tubuh kita.

3. Gula kelapa


Gula kelapa lebih populer di kawasan Asia daripada benua lainnya. Gula kelapa memiliki kandungan gula dari jenis sukrosa, glukosa dan fruktosa. Sedangkan mineral yang terkandung di dalamnya dari jenis potasium, zat besi, zinc, kalsium, fosfor, dan seterusnya. Gula kelapa juga memiliki kandungan vitamin C di dalamnya.

Demi terjaganya kesehatan hendaknya lebih bijak lagi dalam memperhatikan batasan takaran intake gula ya. Semoga bermanfaat.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.