Memerangi Penyakit AIDS
Memerangi Penyakit AIDS

Memerangi Penyakit AIDS

Jumlah orang yang terinfeksi HIV tidak berubah banyak selama tahun-tahun terakhir. Kemajuan di dunia kedokteran membuat penyebaran penyakit terkontrol. Namun penderita AIDS tetap mengalami diskriminasi dari masyarakat.

[caption id="attachment_584" align="alignnone" width="590"]Bahaya AIDS Gambar simbol bahaya AIDS/HIV di Afrika[/caption]

Bersamaan dengan peringatan Hari AIDS Internasional tanggal 1 Desember 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap memperingatkan untuk mencegah naiknya jumlah infeksi baru, walaupun menurut statistik jumlah penularan beberapa tahun terakhir relatif konstan.

Namun demikian WHO mencatat kenaikan jumlah penularan baru di Eropa, yaitu 142.000. Menurut organisasi internasional itu, antara Eropa Timur dan Barat perbedaan jumlah infeksi baru semakin besar. Lebih dari separuh jumlah infeksi baru ditemukan di Rusia. Di beberapa negara Eropa Timur lainnya jumlah penularan baru meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

[caption id="attachment_585" align="alignnone" width="590"]Jumlah orang yang positif tertular HIV tahun 2014 Jumlah orang yang positif tertular HIV tahun 2014[/caption]

Penularan AIDS dari ibu kepada anak paling sering


Kemajuan baik juga bisa dicatat di bidang jumlah penularan dari ibu kepada anak. Ini merupakan bentuk penularan yang sangat sering ditemukan. Data dari Amerika menunjukkan, di 17 negara dan wilayah di benua itu, termasuk Amerika Serikat, Kanada dan Cile, infeksi HIV dari ibu ke anak berhasil ditekan sehingga hanya berjumlah sangat kecil. Demikian keterangan WHO yang disampaikan Senin, 30/11/2015 lalu.

Negara-negara ini berhasil mengurangi transmisi dari ibu ke anak dengan cara memperbaiki akses ke klinik dan sarana medis yang menawarkan perawatan bagi para ibu sebelum melahirkan. Selain itu, jumlah tes HIV juga diperbanyak, demikian halnya dengan terapi antiretroviral (ART). Demikian ditambahkan WHO.

Stigma bagi penderita AIDS


Sejak beberapa tahun lalu, bantuan bagi penderita Aids tidak hanya diarahkan pada masalah penyembuhan, melainkan juga pada masalah diskriminasi penderita AIDS. Orang sekarang bisa hidup cukup normal walaupun tertular HIV, tetapi diskriminasi tetap jadi faktor yang membebani pasien, kata Ulf Hentschke-Kristal, anggota dewan pimpinan organisasi bantuan Jerman, Deutsche Aids-Hilfe. Berkaitan dengan Hari AIDS Internasional, lewat #rethinkhiv netizen juga berusaha menggerakkan orang untuk menghilangkan prasangka buruk kepada penderita AIDS.

Dengan semakin baiknya perawatan bagi mereka yang tertular HIV, pasien kini punya harapan hidup lebih lama dibanding dengan di masa lalu. Mereka yang menderita AIDS juga bisa melewati hidup sehari-hari dengan cukup baik, karena efek sampingan obat tidak lagi terlalu mengganggu, seperti beberapa tahun lalu. Mereka yang mendapat perawatan biasanya juga tidak menularkan virusnya lagi. Tetapi kadang pasien tetap ditolak di praktek dokter. Di Jerman, kadang dalam data di kepolisian masih tercantum kata-kata "menular". (Sumber: Deutsche Welle)

Demikianlah informasi mengenai upaya memerangi penyakit AIDS, semoga bermanfaat. Jangan lupa bantu orang-orang yang terkena HIV AIDS dengan Transfer Factor untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Hubungi kami di 081355077575 untuk info lebih lanjut.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.