Tips Menolak Resep Antibiotik dari Dokter
Tips Menolak Resep Antibiotik dari Dokter

Tips Menolak Resep Antibiotik dari Dokter

Tips Menolak Resep Antibiotik dari Dokter - Mungkin hampir setiap kali kita ke dokter, kita akan diberi antibiotik. Seakan-akan antibiotik itu merupakan senjata pamungkas bagi orang yang sakit.


Namun perlu bahwa terlalu banyak atau terlalu berlebihan mengonsumsi antibiotik bisa menyebabkan resistensi antimikroba. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan antibiotik dengan berani menolak antibiotik yang diresepkan dokter jika memang tidak diperlukan.


Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan, dr Hari Paraton, SpOG(K), menjelaskan di Thailand hampir semua sektor memberikan edukasi masyarakat supaya si dokter tak mudah meresepkan antibiotik. Masyarakat dibuat cerdas agar dapat memilah pengobatan yang benar-benar sesuai.


Penggunaan antibiotik sebaiknya diminimalisir atau tidak dikonsumsi sama sekali. Sayangnya, tingkat pengetahuan dokter di Indonesia mengenai antibiotik masih perlu ditingkatkan berdasarkan evidence base.




[caption id="attachment_528" align="aligncenter" width="465"]Tips menolak resep antibiotik dari dokter Tips menolak resep antibiotik dari dokter (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

Sebelum menggunakan antibiotik, ada baiknya Anda melakukan tes terlebih dahulu di laboratorium. Tes bertujuan untuk memastikan apakah penyakit akibat virus atau bakteri.


Sayangnya, sarana laboratorium khusus di Indonesia masih konvensional di beberapa tempat. Alatnya terbatas. Padahal dengan teknik modern, penyakit dengan mudah diketahui. Pengobatannya pun bisa tepat. Sayangnya banyak dokter yang coba-coba.


Selama menunggu hasil laboratorium, jangan dulu tebus resep antibiotik dari dokter. Menunda antibiotik kalau sudah ketahuan sakit akibat bakteri, memang tidak dianjurkan. Tapi kalau ada infeksi bakteri, namun bakterinya tidak diketahui jenis apa maka harus segera diberi antibiotik empiris.


Setelah itu, ambil darah, cek lab dan temukan bakterinya. Jika infeksinya ringan, penggunaan antibiotik bisa dikurangi. "Kita meminimalkan penggunaan antibiotik," jelasnya.
Namun, jika belum terbukti sakit karena bakteri, daripada diberikan antibiotik, lebih baik ambil darah dengan suntik. Kemudian periksa laboratorium dan buktikan jika infeksi disebabkan oleh virus sehingga tidak perlu antibiotik. Jika sudah terbukti hanya karena virus, Anda harus berani menolaknya.


Lalu Bagaimana cara menolak antibiotik yang diresepkan dokter? Ia menyarankan agar Anda melakukan diskusi dengan dokter. Jika ternyata sakit Anda tidak memerlukan antibiotik, Anda bisa menolaknya. (Sumber: Republika)


Demikianlah artikel mengenai Tips Menolak Resep Antibiotik dari Dokter, semoga bermanfaat. Kami mempunyai suplemen yang dapat menjadi antibiotik alami dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Hubungi 081355077575 untuk informasi dan pemesanan.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.