Tuberkulosis (TBC) di Indonesia
Tuberkulosis (TBC) di Indonesia

Tuberkulosis (TBC) di Indonesia

Tuberkulosis (TBC) di Indonesia - Hari ini, tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. 133 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 24 Maret 1882 Dr Robert Koch, seorang ilmuwan mengumumkan bahwa ia telah menemukan penyebap dari penyakit Tuberkulosis, yakni Mycobacterium tuberculosis. Pada saat itu, wabah yang menyebar di Eropa dan Amerika ini telah menyebapkan kematian satu dari tujuh orang. Karenanya, untuk mengenang jasa Dr Robert Koch inilah sehingga tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai hari tuberkulosis sedunia. Dan Peringatan ini pun ditujukan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah Tuberkulosis serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut. Jumlah penderita penyakit tuberkulosis (TB) di Indonesia masih terbilang tinggi. Bahkan, saat ini jumlah penderita TB di Indonesia menempati peringkat empat terbanyak di seluruh dunia, setelah China, India, dan Afrika Selatan.

Jumlah penderita penyakit TB semakin banyak, sering terjadi karena keterlambatan diagnosa dan tidak patuh menjalani pengobatan yang sudah dianjurkan, sehingga menyebabkan penularan penyakit TB dari satu orang ke lingkungannya. Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Indonesia menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yang direkomendasikan WHO sejak tahun 1995. DOTS adalah strategi yang meliputi 5 komponen yaitu : Komitmen, Diagnosis mikroskopis, Pengobatan jangka pendek yang diawasi langsung, Penyediaan obat rutin, dan juga dilakukan Pencatatan dan pelaporan. Di Indonesia, obat dikonsumsi oleh penderita TB ini diberikan secara gratis selama masa pengobatan, namun para penderita TB harus mengkonsumsi 18 butir dalam sekali minum setiap hari selama 24 bulan atau 2 tahun lamanya. untuk mengendalikan jumlah penderita TB, ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia, seperti meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan pengendalian TB di fasilitas pelayanan kesehatan, melakukan koordinasi lintas program/lintas sektor dan kemitraan untuk kegiatan pengendalian TB dengan institusi terkait di tingkat kabupaten, melaksanakan Pedoman dan SOP yang sudah disusun untuk tatalaksana pasien TB dan mengikuti standar pelayanan pasien TB (International Standard Tuberculosis care), memperkuat tim pelatih TB di Provinsi (Provincial Training Team) untuk mengatasi kebutuhan tenaga terlatih di daerah, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengendalian TB melalui POS TB Desa.

 



Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengklaim Indonesia telah mencapai target Tujuan Pembangunan Milenium (Milenium Development Goals/MDG) ke-6 terkait penyakit Tubeculosis (TB) sebelum waktu yang ditetapkan yakni 2015. Jika dibandingkan data tahun 1990 dengan data tahun 2010, Indonesia telah berhasil menurunkan insidens TB sebesar 45%, yaitu dari 343 per 100.000 penduduk menjadi 189 per 100.000 penduduk. Menurunkan prevalens TB sebesar 35%, yaitu dari 443 per 100.000 penduduk menjadi 289 per 100.000 penduduk. Juga menurunkan angka kematian TB sebesar 71%, yaitu dari 92 per 100.000 penduduk menjadi 27 per 100.000 penduduk.

Tahun 2011, Indonesia telah mencapai angka penemuan kasus 82.69 %, atau melebihi target global 70%. Selain itu, angka keberhasilan pengobatan sebesar 90.29%, bila dibandingkan dengan target MDGs adalah sebesar 86%. Keberhasilan pengendalian TB di Indonesia pun mendapatkan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia, di antaranya Sekjen PBB Ban Ki Moon melalui surat langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyampaikan penghargaan atas upaya pengendalian TB di Indonesia pada tahun 2012. Selain itu Kementerian kesehatan juga menerima penghargaan Champion Award for Exceptional Work in the Fight Againts TB dari Global Health Usaid. Indonesia dinilai sebagai negara paling sukses melawan penyakit TB di dunia, sekaligus negara pertama yang mendapatkan penghargaan dari Usaid. (Sumber: RRI)

Demikianlah Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Bagi Anda yang mengidap Tuberkulosis (TBC), kami mempunyai suplemen yang dapat Anda konsumsi. Silahkan melakukan pemesanan di 081355077575.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.