JANTUNG KORONER
JANTUNG KORONER

JANTUNG KORONER

Penyakit Jantung Koroner adalah keadaaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan otot jantung atas oksigen dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner. Ketidakmampuan pembuluh darah koroner untuk menyediakan kebutuhan oksigen biasanya diakibatkan oleh penyumbatan athroma (plak) pada dinding bagian dalam pembuluh darah koroner.

Gejala Penyakit Jantung Koroner mencakup:



  • Nyeri dada (angina)

  • Napas terengah-engah

  • Keletihan setelah kegiatan fisik

  • Merasa berat

  • Jantung terasa seperti diremas


Penyebab Jantung Koroner :


Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dan lain-lain.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat dikenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

[caption id="attachment_218" align="aligncenter" width="300"]Jual Transfer Factor Untuk Jantung Koroner Jual Transfer Factor Untuk Jantung Koroner[/caption]


Beberapa faktor risiko terpenting Penyakit Jantung Koroner :



  • Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi.
    Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, Anda harus menjaga kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Dua pertiga kolesterol diproduksi oleh hati (liver), sepertiga lainnya diperoleh langsung dari makanan. Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL).LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut “kolesterol jahat”. Kadar LDL yang optimal adalah 100- 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL “kewalahan” membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di bawah 200 mg/dL (border line = 240).

  • Kadar Kolesterol HDL rendah

  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi).
    Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.Ada dua pengukuran tekanan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan darah yang memancar dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan diastolik adalah tekanan darah yang kembali mengisi jantung. Secara umum orang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistolik/diastoliknya di atas 140/90 mmHg.

  • Merokok

  • Diabetes Mellitus

  • Kegemukan.
    Kegemukan (obesitas) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah/LDL tinggi.

  • Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga

  • Kurang olah raga

  • Stress


Bila Anda menyandang salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut di atas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko total terhadap Penyakit Jantung Koroner.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.