KANKER PARU-PARU
KANKER PARU-PARU

KANKER PARU-PARU

Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Sebagian besar kanker yang mulai di paru-paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari selepitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil). Gejala paling umum adalah batuk (termasuk batuk darah), berat badan turun dan sesak napas.

Hampir 90% kanker paru yang diderita pria dan wanita adalah karena rokok, sedangkan sisanya disebabkan oleh zat yang terhidup di tempat yang sehari-hari dilalui. Kanker paru juga bisa terjadi pada orang yang memiliki jaringan parut dalam paru-parunya karena mengidap penyakit paru lainnya seperti TBC dan fibrosis. Sakit Kanker paru bisa menyebar ke tulang belakang dan otak. Kanker yang sudah menyebar ke tulang belakang akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Kanker paru yang sudah menyebar ke otak bahkan bisa menyebabkan sejumlah gejala neurologis, semisal  penglihatan kabur, sakit kepala, gejala stroke seperti kelelahan, hilangnya sensasi di bagian tubuh tertentu.

[caption id="attachment_215" align="aligncenter" width="225"]JUAL TRANSFER FACTOR | https://jualtransferfactor.com | JUAL | TRANSFER FACTOR | UNTUK KANKER | PARU-PARU | 081355077575 JUAL TRANSFER FACTOR | JUAL | TRANSFER FACTOR | UNTUK KANKER | PARU-PARU[/caption]

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker paru-paru antara lain:

  • Perokok aktif

  • Perokok pasif

  • Terkena gas radon dengan kadar tinggi (Radon adalah gas yang digunakan untuk terapi di beberapa rumahsakit dengan memompanya dari sumber radium dan memberinya segel pada” tabung menit”, yang disebut “bibit” atau “jarum”, untuk diberikan kepada pasien. Radon biasa ditemukan pada sumber air panas)

  • Terkena partikel asbes dan kimia lain

  • Sejarah keluarga dengan kanker paru-paru

  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

  • Penyakit paru-paru tertentu (contohnya chronic obstructive pulmonary disease)


Ciri-ciri kanker Paru-paru yang biasa terdapat pada penderitanya:

  • Bentuk punggung membungkuk

  • Badan mengurus

  • Mudah lelah

  • Nyeri dada

  • Sesak napas

  • Badan panas

  • Nafsu makan menurun

  • Keringatan di malam hari

  • Batuk terus menerus selama lebih dari 2 minggu biasanya disertai dahak

  • Kadang-kadang batuk darah


Pengobatan Kanker Paru-Paru dengan Terapi Imun

Kanker masih menempati deretan penyakit mematikan. Berbagai pengobatan kanker masih dilakukan untuk mengatasinya. Salah satu upaya pengobatan yang sedang diupayakan adalah melalui terapi imun (immunotherapy). Cara ini dipakai sebagai alternatif pengobatan konvensional.

"Ada 20 kasus kanker di seluruh dunia, tanpa diapa-apakan bisa normal lagi. Kalau bukan karena kekebalan tubuh,lalu apa lagi?" ujar Prof Dr dr Santoso Cornain, SpPD, KAI, DSC, guru besar ahli imunopatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada Tempo di sela acara seminar kanker di MRCCC RS Siloam baru-baru ini.

Cornain juga mencontohkan beberapa kasus prakanker dan kanker kulit (melanoma) yang juga bisa kembali pulih tanpa dilakukan tindakan. Para ahli menduga fenomena ini terjadi karena kekebalan tubuh yang baik. Dia mengakui cara pengobatan ini masih diperjuangkan dalam pengobatan.

Demikian juga di Indonesia. Sudah ada beberapa dokter yang menerapkan terapi ini, dengan beberapa jenis obat dan suntikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Cornain juga mengatakan terapi ini perlu untuk meningkatkan kekebalan tubuh. "Pada tumor, stadium dini kekebalan masih kuat. Jika sudah kena stadium lanjut, kekebalan juga menurun," ujarnya.

Selain itu, pengobatan kanker secara konvensional, seperti radiasi, kemoterapi, dan pembedahan, menurunkan daya tahan tubuh karena sel darah putih dan darah merah dimatikan. Pengobatan konvensional juga berefek samping. Pasien bisa mengalami diare, rambut rontok, kesakitan, dan sebagainya.

Karena itu, pasien perlu meningkatkan asupan protein untuk menghasilkan leukosit (sel darah putih). Leukosit berfungsi sebagai bagian dari kekebalan untuk mendeteksi tumor atau kanker. Selain darah putih, ada kelenjar betah bening. Menurut Cornain, mereka bisa direkayasa untuk menjadi pembunuh sel tumor atau kanker.

Beberapa bulan terakhir ini, kata Cornain, ada pro-kontra dalam membuang kelenjar getah bening dan sel darah putih. Namun ia berpendapat, selama masih bisa direkayasa untuk membunuh sel kanker, lebih baik memperkuatnya. "Kalau bisa dikendalikan jangan dibuang," ujarnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan tablet penambah daya tahan tubuh, obat antivirus (ada efek sampingnya juga), suntik, dan makan makanan yang mengandung banyak protein. Makanan dan tablet ini disebut sebagai imunomodulator atau penguat sistem kekebalan tubuh.

Makanan yang mengandung protein banyak terdapat pada kacang kedelai, jamur-jamuran, dan rumput laut. Protein juga bisa diperoleh dari makanan atau minuman hewani.

Selasa, 14 Juni 2011 09:22
(*/tempointeraktif)
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.