STROKE
STROKE

STROKE

Penyakit stroke adalah penyakit pembunuh Nomor 3 di Indonesia, setelah jantung Nomor 1 tekanan darah tinggi dan kanker Nomor 2. Stroke yang biasa dikenal sebagai penyakit orangtua kini sudah menjadi penyakit anak muda. Riset menunjukkan bahwa penyakit stroke kini lebih didominasi oleh kaum muda daripada kaum tua. Kabar baik bagi orangtua, tapi tidak bagi yang masih ingin punya umur panjang.

Penyakit Stroke (Penyakit Serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

Stroke bisa berupa stroke iskemik maupun stroke pendarahan (hemoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah.

Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
JUAL TRANSFER FACTOR | https://jualtransferfactor.com | JUAL | TRANSFER FACTOR | UNTUK STROKE | 081355077575

Penyebab Utama Stroke:

  1. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Obesitas dan hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyebab yang paling disalahkan. Jika dahulu stroke banyak diderita orangtua, kini orang muda yang berisiko paling tinggi menderita penyakit yang menyebabkan pendarahan di otak dan kelumpuhan organ ini.

  2. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

  3. Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang menuju ke otak.

  4. Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan.

  5. Penyebab lainnya Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.

  6. 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.

  7. Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok (aktif dan pasif), makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.

  8. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.


Gejala Umum Stroke:

  1. Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik

  2. Menurunnya kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.

  3. Aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.

  4. Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam itu merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.


Tanda-tanda awal gejala stroke bisa diidentifikasi melalui FAST.

  1. Face (wajah) yakni meminta orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum dan pastikan apakah wajahnya terlihat simetris atau tidak.

  2. Lalu Arms (lengan) dengan meminta orang tersebut mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya beberapa detik. Lihat apakah orang tersebut hanya bisa mengangkat satu lengan saja. Jika bisa mengangkat keduanya, perhatikan apakah salah satu lengan turun.

  3. Speech (bicara) yaitu meminta orang tersebut untuk mengulang beberapa kalimat terutama yang mengandung banyak huruf R.

  4. Terakhir, yaitu Time (waktu), bila ditemukan salah satu gejala tersebut maka segera hubungi atau bawa pasien ke IGD rumah sakit terdekat karena setiap detik sangat berharga. Jangan lupa segera berikan transfer factor untuk pertolongan pertama.


Cara mencegah stroke:

Kabar baiknya, jika Anda langsung menyiapkan diri dari sekarang, Anda dapat mengurangi sebagian besar risiko Anda, baik sekarang maupun dengan bertambahnya usia. Proses menuju penyakit stroke dimulai pada awal usia 40-an atau sebelumnya. Karena itu, sekaranglah saat yang tepat untuk mulai mencegahnya.

  1. Menerapkan pola hidup sehat

  2. Olahraga teratur

  3. Menghindari stress.

  4. Berhenti merokok. Jika Anda berhenti merokok, resiko terkena serangan jantung dan stroke berkurang hingga setengahnya. Namun, jangan mengurangi rokok. Merokok banyak atau sedikit pada dasarnya sama saja. Anda harus menghentikannya sama sekali.

  5. Periksa tekanan darah. Stroke terjadi bila pembuluh darah otak pecah atau adanya pecahan plak aterosklerosis yang lepas dan menyumbat aliran darah ke sebagai otak. Stroke lebih sering terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi. Penelitian menunjukkan, mengendalikan tekanan darah tinggi dapat memangkas risiko stroke hingga 40 persen. Dalam hal ini tekanan darah 140/85 dianggap tinggi.

  6. Konsumsi nutrisi untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang ibu rumah tangga dengan sepasang putra-putri yang mendambakan keluarganya hidup sehat, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Baginya, kesehatan merupakan karunia Allah yang harus dijaga, dan itu merupakan salah satu kekayaan yang paling berharga.